Jumat, 20 Februari 2015

----Obrolan Berlangsung dikobong kamar kohar----
Kohar : Galau nie!.........
( kohar sambil geleng-geleng kepala)
Ahmad : galau kenapa har??
Kohar : biasa! sms gak di balas-balas sama si siti
Ahmad : owh gitu ya, kenapa ente mesti harus galau??
Kohar : ya galau dong mad, ana udah bela-belain beli pulsa, padahal munanyain kabarnya doang!
(jawab kohar dengan penuh penyesalan)
Ahmad : kasian juga ente har,....
(Ahmad sambil nepuk pundak kohar)
Kohar : ah ente mad, bantuin ana dong...
Ahmad : bantui apanya? har? .... kacian banget sih kamu har!
(ahmad dengan nada pelan)
Kohar : dari tadi kasian-kasian, emang  kasian kenapa??
(Kohar dengan nada sedikit keras)
Ahmad : ya... kasian orang semua galau itu karena ngaji gak bisa-bisa, ente galaunya karena gak ada balasan sms.!.
(Ahmad sedikit melakukan sentuhan)
Kohar : Emmmm Emmmmmm....
(Kohar seperti orang kebingungan)
Ahmad :Emmmm knapa har??
(Kohar kenak skak mat ke dua kalinya ).

-----------------BERSAMBUNG-------------


"Mudah-mudah semua yang membacanya dapat terhibur, dan mendapat banyak pelajaran...amin
dan saya mengucapkan terimakasih kepada pembaca telah sudi membaca coretan-coretannya"

By: Saepul akmal
(Pengharap Mardotillah)

Senin, 09 Februari 2015


---Obrolan berlangsung di kobong---
Ahmad : Aduh aku harus gimana ni ngajii ???
(sambil tangan menepuk jidat)
Kohar : emang kenapa?
Ahmad : ngerasa gak bener !
Kohar : Owh gitu ya...emang ada yang salah gitu?
Ahmad : ya gak tau!!!
(Ahmad seperti kebingungngan)
Kohar : ya ngomong aja sama ana, apa masalahnya??
(kohar seperti akan memberikan solusi)
Ahmad : jadi gini har, ana tu barusan baru beres ngaji, terus pak Kiai itu bilang
" Jangan jadi santri yang jadi-jadian"
Kohar : wah jadi-jadian gimana??, emang ada, santri jadi -jadian???
( kohar seperti yang kaget)
Ahmad : yee.... jadi gini har, kata pak Kiai " santri itu ada yang santri jadi-jadian, ada santri yang bener-bener santri"
Kohar : terus santri yang jadi-jadian itu santri yang gimana???...
(Kohar mulai penasaran)
Ahmad : jadi santri jadi-jadian itu kata pak kiai,  ya har, bukan kata ana "santri yang datang kepondoknya cuma numpang tidur, jarang ngaji, sholat gak pernah jamaah, subuh kesiangan, kerjaannya itu makan, berak, tidur lagi" gitu har !..
(Ahmad menyampaikannya sambil pelan-pelan, dan sedikit ketakutan, kohar menanggapinya sambil ngangguk-ngangguk dan bersikap watados)
Kohar : emmm gitu ya,... yaa ana setuju mad,!... apa yang dikatakan pak kiai..berarti, mad! ana tau santri yang benar-benar santri itu, berarti santri "yang di pondoknya tidak numpang tidur, rajin ngaji, sholat berjamaah terus, subuh gak kesiangan, dan kerjaannya bukan sekedar numpang  makan atau berak" ana tau mad.
(kohar begitu lancarnya mengungkapkan kriteria santri yang bener-benar santri")
Ahmad : nah kamu juga tau har..!...ya seperti itu  har!
Kohar : ya udah. apa masalahnya kita kan santri, jalani saja setiap yang harus di lalui, hidup itu, bukan untuk di ratapi tapi untuk dijalani apa yang kita hadapi, gitu mad, kamu tenang saja, jalani, jalani, dan jalani, kewajibanmu sebagai santri.
(kohar begitu lantangnya memberikan nasihat kepada ahmad)
Ahmad: 0h...gitu ya har, terus tadi kenapa ente tadi gak ngaji ?....
(ahmad sedikit menyentuh kohar)
Kohar : ya..ya... emmm ... kan, ana suruh pak kiai jaga anak-anak  dikobong.
(kohar sedikit ke skak Mat, dan mencoba cari-cari alasan. kohar pun bergegas pergi tanpa nada dan suara)

--------------------BERSAMBUNG......

"Mudah-mudah semua yang membacanya dapat terhibur, dan mendapat banyak pelajaran...amin
dan saya mengucapkan terimakasih kepada pembaca telah sudi membaca coretan-coretannya"

By. Saepul Akmal
(Pengharap Mardotillah)

Jumat, 30 Januari 2015

tong berisi 
nyaring bunyinya
ocehan terlontar
nurani isinya

tingkah nyata

tidak dusta
kerja tulus 
tanpa pulus

puas mereka bahagia

tak puas mereka sengsara,
mereka terluka 
ikut duka

tak ragu dalam dada

keluar isi kantong
imbal kosong


>>>>>Saepul Akmal<<<<<<<<
30 Januari 2015


lagi muda sebelum tua 
lagi bisa sebelum tidak
kesempatan tidak yang kedua

Ungkap tak terlambat
siap tak telat
putusan tepat
pilihan dapat

Akhir Menang,
akhir kalah,
jawaban hati lapar
jadi kenyang.

>>>>>>Saepul Akmal<<<<<
30 januari 2015


Kamis, 29 Januari 2015

kau bunga merah daging
Pengembaraanmu belum nampak matang,
tak cukup Siap untuk mendatangi,
Pintu Gerbang akhiri masa

dalam pengembaraamu, bersabarlah

carilah bekal untuk akhirmu di sungai-sungai cahaya
agar kau rasakan ucapan Abimu, Umimu

kau tak usah cemas membuka pintu masa depan

sebelum Bekalmu cukup membangun semesta
kau tak usah tergesa akhiri masa jinggamu
hannya dengan mengikuti bisikan nafsu
dalam jiwa dan tubuh.

 >>>>>>> Saepul Akmal <<<<<<
27 November 2014

Kamis, 27 November 2014

Wahai engkau bunga merah daging
Perkelanaan engkau belum nampak Matang,
tak cukup Siap untuk mendatangi,
Pintu Gerbang akhiri masamu

berjuanglah dalam tempuhmu 

bersabarlah dalam perkelanaanmu
raihlah semua perbekalan untuk akhirmu
nanti agar engkau rasakan ucapan Abi Umimu

engkau tak usah berani Ketuk Gerbang

sebelum Bekalmu cukup membangun Istanamu
engkau tak usah tergesa-gesa akhiri masamu
hanya dengan mengikuti bisikan kirimu,
nanti pun engkau akan tau,

"Kerajaan mana yang akan berani 
mengabaikan Pangeran Tangguh "



 -Saepul Akmal-     27/11/2014         

Rabu, 26 November 2014

Bukan ku Menyerah
Bukan ku Merasa Lelah
Bukan ku juga Resah
Tapi ku takut ada Langkah Salah
.............
Ku akan tetap Melangkah
Ku akan tetap Telusuri Arah
Ku akan tetap Pasrah
Sampai ku Temukan Tepi yang Indah

By:@khmal

Categories

Total Pengunjung

.. "Keindahan kata-kata bukanlah sekedar goresan tinta semata, namun semua yang di tuangkan dalam susunan itu penuh makna yang bisa memberikaan respon pada pembaca dalam memahaminya. Dan kata-kata bukan sekedar kumpulan huruf-huruf yang tertulis tak berguna, namun semuanya dituangkan karena hasil pemikiran seksama"

Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

Posting Terbaru

Pos Terpopuler

"

"