Kamis, 02 Desember 2021
Selasa, 10 November 2020
08.30.00
Dari hati dengan Jemari
1 comment
Mengidentifikasi peran dan Keteladanan Nilai Dakwah Sunan Kalijaga
1. Jelaskan biografi singkat Sunan Kalijaga! ...
2. Sebutkan metode dakwah Sunan Kalijaga! ....
3. Jelaskan perjuangan dakwah Sunan Kalijaga!...
4. Sebutkan nilai-nilai keteladanan Sunan Kalijaga! ....
5. Apa yang menyebabkan Sunan Kalijaga masuk dalam kelompok Wali Songo! ...
Selamat mengerjakan
Untuk Jawabannya silahkan dibuku tulis di poto kirim ke kontak WA
No WA: +62 857 7003 7601
Kalau ada yang mau ditanyakan silahkan komentar dibawah. 👇
Selasa, 06 Oktober 2020
10.07.00
Dari hati dengan Jemari
4 comments
Sunan Bonang dilahirkan pada tahun 1465, dengan nama Raden Maulana Makdum Ibrahim. Dia adalah putra Sunan Ampel dan Nyai Ageng Manila. Bonang adalah sebuah desa di kabupaten Rembang. Nama Sunan Bonang diduga adalah Bong Ang sesuai nama marga Bong seperti nama ayahnya Bong Swi Hoo alias Sunan Ampel.Wikipedia
Selasa, 11 Agustus 2020
08.34.00
Dari hati dengan Jemari
Ilmu
15 comments
Minggu, 21 Agustus 2016
07.00.00
Dari hati dengan Jemari
Puisi
No comments
Maka ringanla beban di dada
Jika tidak katakan tidak
Maka runtuhlah rumah cita
aku dengan kamu selamanya
atau aku dengan kamu masalalu,
Jika kamu siap temani aku
maka esok pagi mari kita mulai hirup udara cinta
atau, aku lupakan kamu
Maka cinta itu benar tiada
Hidup denganmu yang kucinta,
Mungkin nafaskan surga dunia.
atau tanpamu, dengan sandiwara
hanya akan menyisakan sesak didada
sebelum waktu hangus terbakar usia
sebelum jarak mengikis rasa di dada
maka di atas bumi ini,
dan dibawah langit itu
Izinkan aku sampaikan
"Aku Cinta kamu wahai penghuni Qolbu"
7 Agustus, 2016
Kamis, 05 Mei 2016
01.05.00
Dari hati dengan Jemari
Puisi
No comments
tidak akan pernah ku injak dengan kedua kaki
julang langit di diatas
tidak akan pernah ku tatap dengan kedua mata ini,
tanpa jasad dengan tubuh ini lahir ke dunia
tau kah engkau sebab jasad ini lahir ?
dengan Cinta
sebab cinta wasilah kita didunia
Cinta darimana?
Cinta dari kedua penikmat cinta
sepasang kekasih, itu awalmulanya
kita melewati pintu cinta mereka
sosok pengasih yang teramat kita sayangi.
Ibu dan Bapak, tercinta.
Ibu, Bapak engkau jembatani semua nikmat dari Tuhan ini
dengan keringat dan tenaga yang tak henti-hentinya
hingga aku bermain kata dan mulai dewasa.
Dalam lalui hidupmu tanpa kulihat ke acuhan,
tanpa kulihat ke sesalan, dan tanpa kulihat keraguan
amarah, perhatianmu adalah kasih sayang,
dan lautan pengorbanan kasabmu adalah jelmaan cinta yang tiada tara
tak akan pernah terbayar walau dengan bergunung-gunung dolar
Ibu Ayah maafkan anakmu, kita lama tak jumpa.
April 2016
Senin, 02 Mei 2016
00.32.00
Dari hati dengan Jemari
Ilmu, Pengetahuan
No comments
Sebelum saya memberikan sajian singkat saya menyoal tulisan tangan asli Ayah (KH. Ahmad Syahid) mengenai Gus Dur (KH. Abdurrahman Wahid). Alangkah baiknya dirasa-rasa saya perlu menulis kepada handa taulan sedikit pengalaman saya agar bisa meyakinkan tentang apa-apa yang saya tulis ini kelak bisa dipertanggung jawabkan di dunia maupun di akhirat Karena untuk menghadapi arus zaman teknologi seperti sekarang ini, yang kita semua rasakan. Kita perlu berhati-hati mengenai informasi-informasi yang banyak beredar dan tersebar dalam berbagai situs-situs internet yang tak bisa semuanya kita dapat jadikan sumber dasar kutipan atau kita telan mentah-mentah. Tak sedikit juga situs informasi yang mengatas namakan agama yang seharusnya menyebar pesan-pesan kebaikan, namun yang terjadi malah sebaliknya jauh dari norma-norma agama yang ada. Bahkan dibeberapa media-media provokatif tak jarang kita temukan, yang memiliki tujuan tertentu atau demi kepentingan golongan yang bersifat politis. Oleh sebab itu, saya sebagai penulis sangat berhati-hati dalam memberikan sajian ini kepada anda semua. Karena ini menyangkut seorang tokoh bangsa sekaligus tokoh agama yang cukup besar, dan disegani. Ulama Indonesia yang tak diragukan lagi kesohorannya maupun kekaramahannya. Sebagai warga dan santri Nahdiyyin saya sangat menghormati dan menggagumi kyai-kyai NU yang berfikir secara logis, dan kuat yang belandaskan hadits maupun Al-Quran yang tujuannya untuk kebaikan global. Saya akan sedikit menceritakan mengapa saya antusias dan serius dalam mengkaji tulisan saya ini. Harapan saya apa yang tertulis ini bisa bermanfaat. Dan mudah-mudahan bisa menjadi sumber yang bisa dijadikan pelajaran untuk kita dan tetap berharap ada dalam keridhoan Allah SWT.
Tepatnya pada tanggal 9 Maret 2016 bertepatan dengan adanya Gerhana Matahari Total, setelah selesainya sholat sunah Gerhana saya merasa saat itu adalah moment yang tepat untuk menanyakannya kembali, melihat dari keluangan waktu beliau di hari libur itu. Saat saya kembali ke rumah KH. Ahmad Syahid dan menanyakannya kepada beliau menyoal wawancara beliau berucap, “tunggu mal nanti kesini lagi”, karena memang saya melihat beliau sedang dalam keadaan sibuk dan duduk di meja yang ada di ruang tengah rumahnya. Saya bergegas pergi pamit ke kobong dan berdiam di kobong. Dalam hati bergumam “mungkin beliau sedang sibuk, dan belumlah saatnya” Setelah beberapa jam kemudian saat saya ngobrol dengan teman sekobong yang lain, teman saya bernama Saepudin, yang baru datang setelah selesai mencuci mobil Ayah (KH. Ahmad Syahid), memberikan 5 lembar kertas yang isinya langsung tulisan tangan Ayah (KH. Ahmad Syahid), pada judulnya tertulis dengan sepidol hitam, tertulis “K.H. Abdurrahman Wahid dimata H. Ahmad Syahid)” dan seterusnya tertulis dengan pensil dengan bentuk tulisan miring bersambung. Alhamdulillah Ya Allah, Jazakallah khoiron katsir, saya merasa bersyukur, tiada tara karena bisa mendapatkan langsung hasil dari tulisan tangan beliau terimakasih Ayah, panutanku, guruku untuk semua yang telah diberikan.








