Kamis, 02 Desember 2021


Hasilnya di kirim di kolom komentar

Jangan lupa kasih nama dan kelas ya
 

Selasa, 10 November 2020

Mengidentifikasi peran dan Keteladanan Nilai Dakwah Sunan Kalijaga

1. Jelaskan biografi singkat Sunan Kalijaga! ...

2. Sebutkan metode dakwah Sunan Kalijaga! .... 

3. Jelaskan perjuangan dakwah Sunan Kalijaga!... 

4. Sebutkan nilai-nilai keteladanan Sunan Kalijaga! ....

5. Apa yang menyebabkan Sunan Kalijaga masuk dalam kelompok Wali Songo! ...

Selamat mengerjakan

Untuk Jawabannya silahkan dibuku tulis di poto kirim ke kontak WA

No WA: +62 857 7003 7601

Kalau ada yang mau ditanyakan silahkan komentar dibawah. 👇

Selasa, 06 Oktober 2020

 Sunan Bonang dilahirkan pada tahun 1465, dengan nama Raden Maulana Makdum Ibrahim. Dia adalah putra Sunan Ampel dan Nyai Ageng Manila. Bonang adalah sebuah desa di kabupaten Rembang. Nama Sunan Bonang diduga adalah Bong Ang sesuai nama marga Bong seperti nama ayahnya Bong Swi Hoo alias Sunan Ampel.Wikipedia

Lahir: 1465, Tuban
Meninggal: 1525, Pulau Bawean
Nama lengkap: Raden Maulana Makdum Ibrahim

Berikut  saksikan Videonya.... 


Selasa, 11 Agustus 2020

Assalamualaikum kaka semua semoga paginya tetap semangat dan msih tetap press untuk belajar. Sebelum di mulai mari kita semua awali pembelajaran siroh ini dengan mungcapkan bismillah bersama-sama. 
Bismillahirahmanirahim
Berikut pembelajarannya menggunakan virtual video diharapkan semunya dapat menyimaknya dengan seksama agar bisa difahami dengan baik. 
Berikut link... Kilik bawah. 👇
Selamat menyaksikan 

Untuk tugasnya silahkan berikan komentar kesan dan pesannya setelah menonton video di atas ditulis dalam buku tulis. 
Komentar..... 
.....
.....
Pesan..... 
.....
.....
Kesan...... 
.....
.....



Minggu, 21 Agustus 2016

Jika cinta katakan cinta
Maka ringanla beban di dada
Jika tidak katakan tidak
Maka runtuhlah rumah cita

aku dengan kamu selamanya
atau aku dengan kamu masalalu,
Jika kamu siap temani aku
maka esok pagi mari kita mulai hirup udara cinta

atau, aku lupakan kamu
Maka cinta itu benar tiada
Hidup denganmu yang kucinta,
Mungkin nafaskan surga dunia.
atau tanpamu, dengan sandiwara
hanya akan menyisakan sesak didada


sebelum waktu hangus terbakar usia
sebelum jarak mengikis rasa di dada
maka di atas bumi ini,
dan dibawah langit itu
Izinkan aku sampaikan
"Aku Cinta kamu wahai penghuni Qolbu"

7 Agustus, 2016

Kamis, 05 Mei 2016

Hamparan tanah ini
tidak akan pernah ku injak dengan kedua kaki
julang langit di diatas
tidak akan pernah ku tatap dengan kedua mata ini,
tanpa jasad dengan tubuh ini lahir ke dunia
tau kah engkau sebab jasad ini lahir ?
dengan Cinta
sebab cinta wasilah kita didunia
Cinta darimana?
Cinta dari kedua penikmat cinta
sepasang kekasih, itu awalmulanya
kita melewati pintu cinta mereka
sosok pengasih yang teramat kita sayangi.
Ibu dan Bapak, tercinta.

Ibu, Bapak engkau jembatani semua nikmat dari Tuhan ini
dengan keringat dan tenaga yang tak henti-hentinya
hingga aku bermain kata dan mulai dewasa.
Dalam lalui hidupmu tanpa kulihat ke acuhan,
tanpa kulihat ke sesalan, dan tanpa kulihat keraguan

amarah, perhatianmu adalah kasih sayang,
dan lautan pengorbanan kasabmu adalah jelmaan cinta yang tiada tara
tak akan pernah terbayar walau dengan bergunung-gunung dolar
Ibu Ayah maafkan anakmu, kita lama tak jumpa.

April 2016

Senin, 02 Mei 2016

Sebelum saya memberikan sajian singkat saya menyoal tulisan tangan asli Ayah (KH. Ahmad Syahid) mengenai Gus Dur (KH. Abdurrahman Wahid). Alangkah baiknya dirasa-rasa saya perlu menulis kepada handa taulan sedikit pengalaman saya agar bisa meyakinkan tentang apa-apa yang saya tulis ini kelak bisa dipertanggung jawabkan di dunia maupun di akhirat Karena untuk menghadapi arus  zaman teknologi seperti sekarang ini, yang kita semua rasakan. Kita perlu berhati-hati mengenai informasi-informasi yang banyak beredar dan tersebar dalam berbagai situs-situs internet yang tak bisa semuanya kita dapat jadikan sumber dasar kutipan atau kita telan mentah-mentah. 

     Tak sedikit juga situs informasi yang mengatas namakan agama yang seharusnya menyebar pesan-pesan kebaikan, namun yang terjadi malah sebaliknya jauh dari norma-norma agama yang ada.  Bahkan dibeberapa media-media provokatif tak jarang kita temukan, yang memiliki tujuan tertentu atau demi kepentingan golongan yang bersifat politis. Oleh sebab itu, saya sebagai penulis sangat berhati-hati dalam memberikan sajian ini kepada anda semua. Karena ini menyangkut seorang tokoh bangsa sekaligus tokoh agama yang cukup besar, dan disegani. Ulama Indonesia yang tak diragukan lagi kesohorannya maupun kekaramahannya. Sebagai warga dan santri Nahdiyyin saya sangat menghormati dan menggagumi kyai-kyai NU yang berfikir secara logis, dan kuat yang belandaskan hadits maupun Al-Quran yang tujuannya untuk kebaikan global. Saya akan sedikit menceritakan mengapa saya antusias dan serius dalam mengkaji tulisan saya ini. Harapan saya apa yang tertulis ini bisa bermanfaat. Dan mudah-mudahan bisa menjadi sumber yang bisa dijadikan pelajaran untuk kita dan tetap berharap ada dalam keridhoan Allah SWT.
     Apa bila bertanya, kenapa saya bisa mendapatkan tulisan tangan asli Ayah atau KH. Ahmad Syahid mengenai sosok KH. Aburahmman Wahid? Awalnya saya merasa penasaran dan rasa ingin tahu saya cukup besar dan menggebu-gebu, mengenai organisasi-organisasi Islam yang terdapat di Indonesia seperti NU, Muhammaddiyah, Persis dengan menyebut beberapa. Untuk mengetahui organisasi mana yang terkait dan berhubungan dengan aktualisasi ibadah dan keilmuan Islam saya. Lantas saya pun banyak membaca buku, jurnal dan bertanya kepada para ustadz dan orang tua saya, mengenai organisasi yang seharusnya saya pegang dengan sungguh-sungguh, yaitu Nahdhatul’ulama yang berangkat dari konsep dan landasan Ahlusunnah Wal jama’ah. Kemudian saya berfikir kembali dan merasa sangat perlu bahwa sebelum mengetahui organisasi  Islam saya itu. Saya harus mengenali lebih dekat dulu  kyai-kyai terkemuka NU.  Karena kebetulan masih kuliah di STAI, saya merasa ini adalah kesempatan untuk saya mendalami tentang kyai-kyai yang berpengaruh di NU bahkan di Indonesia. Maka berangkat dari situlah saya mulai tertarik untuk menyusun dan meneliti skripsi  tentang pemikiran-pemikiran monumental dari salah satu kyai paling berpengaruh di NU, yang juga sering disebut seorang Wali oleh warga Nadhiyyin yaitu KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur putra sulung dari KH. Wahid Hasyim (mentri agama pertama Republik Indonesia) yang merupakan kebanggaan kita sebagai warga Nahdiyyin, karena memiliki seorang tokoh seperti beliau yang bisa menjadi suri toladan, tokoh pejuang hak kaum minoritas, tokoh pemikiran dan pendidikan Islam, tokoh yang bijaksana yang berjuang untuk kemanusiaan yang mengenalkan agama Islam di Indonesia yang rahmatan lil’alamin. 
     Sebagai seorang santri, kepada siapa saya harus bertanya? Yah pastinya kiai yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al-Quran Al-Falah, Bandung tempat saya mondok yaitu KH. Ahmad Syahid yang biasa disapa Ayah. KH. Ahmad Syahid  menurut para santri senior dan didengar cerita-cerita dari mereka adalah sahabat dekat sekaligus teman diskusi KH. Abdurrahman Wahid, selama bertahun-tahun.
     Dalam proses penelitian ini, saya seperti biasa halnya para  santri yang merasa malu ketika harus menghadap ke kyainya. Saya pun Bismillah dengan laahaulaa, agar semuanya dilancarkan dan diawali insyaallah dengan niat baik. Pada tanggal 19 Februari 2016 setelah salat jum’at. Saya pun menghadap kepada Ayah (KH. Ahmad Syahid), untuk wawancara, dan memastikan kapan ada waktu luangnya beliau. Ternyata beliau menyuruh untuk menunggu sampai hari Rabu tanggal, 24 Februari 2016,  selagi nunggu hari itu saya pun mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang saya kira penting untuk diajukan dan selain itu juga mempersiapkan kartu memori hp untuk dikosongkan demi kepentingan wawancara yaitu sebagai penyimpan file rekaman agar cukup, namun saat tiba waktunya, rencana itu berbeda, ternyata saat saya menemui beliau, KH. Ahmad Syahid atau Ayah meminta saya menyerahkan selembar kertas abstrak dari skripsi saya, tentunya saya langsung berikan kepada beliau. Lalu beliau memberikan waktu untuk menemuinya kembali di waktu yang lain, setelah lamanya satu minggu dari hari itu. 

      Tepatnya pada tanggal 9 Maret 2016 bertepatan dengan adanya Gerhana Matahari Total,  setelah selesainya sholat sunah Gerhana saya merasa saat itu adalah moment yang tepat untuk menanyakannya kembali, melihat dari keluangan waktu beliau di hari libur itu. Saat saya kembali ke rumah KH. Ahmad Syahid dan menanyakannya kepada beliau menyoal wawancara beliau berucap, “tunggu mal nanti kesini lagi”, karena memang saya melihat beliau sedang dalam keadaan sibuk dan duduk di meja yang ada di ruang tengah rumahnya. Saya bergegas pergi pamit ke kobong dan berdiam di kobong. Dalam hati bergumam “mungkin beliau sedang sibuk, dan belumlah saatnya” Setelah beberapa jam kemudian saat saya ngobrol dengan teman sekobong yang lain, teman saya bernama Saepudin, yang baru datang setelah selesai mencuci mobil Ayah (KH. Ahmad Syahid), memberikan 5 lembar kertas yang isinya langsung tulisan tangan Ayah (KH. Ahmad Syahid), pada judulnya tertulis dengan sepidol hitam, tertulis “K.H. Abdurrahman Wahid dimata H. Ahmad Syahid)” dan seterusnya tertulis dengan pensil dengan bentuk tulisan miring bersambung. Alhamdulillah Ya Allah, Jazakallah khoiron katsir, saya merasa bersyukur, tiada tara karena bisa mendapatkan langsung hasil dari tulisan tangan beliau terimakasih Ayah, panutanku, guruku untuk semua yang telah diberikan. 
     Semoga Ayah (KH. Ahmad Syahid) berserta keluarga selalu diberi keberkahan sehat jasmani danrohani serta panjang umur. Amin Ya Robbal Alamin. Adapun isi dari kertas 5 lembar yang ditulis langsung dari tangan beliau itu, KH. Abdurrahman Wahid dimata KH. Ahmad Syahid sebagai berikut: 
Gus Dur (K.H. Abdurrahman Wahid) dimata Ayah Syahid (K.H. Ahmad Syahid) 
Selama kurang lebih tiga tahun sebelum wafat. Saya sempat menjadi orang yang bersama-sama dengan seorang Guru Bangsa Indonesia, siapakah gerangan? Siapa lagi kalo bukan KH. Abdurrahman Wahid (GusDur) bergelar“Tokoh Kontropersi”. 
Kurang lebih enam bulan setelah peristiwa repormasi saya digegerkan dengan informasi bahwa  Gus Dur mau silatirahmi ke Pesantren al-falah kepada saya (Ahmad Syahid) nyaris tidak ada persiapan, saya hanya mengurus-ngurus kursi, menjelangnya beliau telah ada didepan rumah saya, tanpa persiapan. Saya menjemput beliau sampai masuk rumah, dan tidak tertahankan banyak orang yang ingin tahu dari dekat.
“Gus Dur”
Kemudian terjadilah obrolan yang bermacam-macam maklum ketika itu wartawan, mantan mentri, pejabat, kiai, ustadz, santri dan rakyat kecil menjadi satu. Sejak itu pikiran saya menyimpulkan sejauh inilah Gus Dur disenangi dan diterima oleh lapisan-lapisan orang . Muncul lagi pertanyaan dalam hati, Mengapa disenangi, diterima oleh lapisan orang. 
Gus Dur, bukan Koruptor, bukan Diktator. Pernah ada tuduhan datang bantuan dari Sultan Brunei Darusalam, yang menjadi dasar pemberhentian Gus Dur dari Jabatan Presiden RI, tapi sampai saat ini tidak pernah dimeja hijaukan sehingga belum diketahui salah benarnya beliau, demikian sampai hari ini Gusdurian menunggu keputusan pengadilan, karena kalau tidak jelas- salah benarnya, orang-orang yang menggantikannya itu sejauh  mana legalitasnya, sekalipun melalui pemilihan pemilu. “Keabsahan Pemerintah” tentu diketahui oleh Bangsa Indonesia karena itu jangan disalahkan kalau ada orang kampung dijawa timur yang mengatakan bahwa Presiden saya sampai hari ini masih “Gus Dur”.  
Ketika itu Gus Dur ngobrol, bahwa PKB itu harus kembali ke pesantren karena kalau dipmpin kiai-kiai, PKB akan menjadi besar. Lalu mengajak saya untuk mendampingi beliau di Jakarta (itu sepintas cerita saya, mengapa saya masuk di PKB Gus Dur). 
Tidak ada jaminan sekecil apapun kepada saya bahkan sampai jaminan sosaial pun tidak ada, saya hanya berniat “Khidmat” saja kepada cucunya kiai yang mungkin moyang saya ada yang pernah berguru kepada Hadratusysyaikh Hasyim Asy’ari. Waktu itu saya hanya bergumam dalam hati,” Ya Allah kalau kebersamaan saya dengan Gus Dur itu baik, berikanlah saya rizkinya”, Alhamdulillah selama tiga tahun saya hanya pernah mendapat transportasi ketika itu, Rp. 100. 000 dari kegiatan Halakoh Kebangsaan di Hilton Hotel. 
Kadang dalam satu minggu ada dua kali rapat di Jakarta. Alhamdulillah bisa saya ikuti dengan baik. Keinginan Gus Dur “Mengembalikan” PKB kepesantren, menjadikan PKB sebagai Partai Imam bukan partai Mamum, tidak berhasil. 
Walau demikian barisan Gusdurian jangan terkelabui, terkontaminasi, oleh tokoh-tokoh yang merugikan bangsa dan Negara. Dibalik kecerdasan Gus Dur ada sifat-sifat lain yang mendukung konsistensinya yaitu, Amanah dan Tabligh. Amanah, yang dimiliki Gus Dur tidak tercemari oleh sifat tergila-gila materi Hubudunia, beliau itu apa adanya, ketika suatu hari saya dapat telepon bahwa besok subuh harus sudah dikediamannya, pagi-pagi saya bersama beliau sarapan, apa isi sarapan itu? Nasi sekedar cukup, balado telur ayam, dan sayur waluh siam, saya bergumam.”Ko sarapan seorang mantan presiden seperti ini? Itu hanya rasa kaget saya kepada seorang mantan presiden yang sarapannya seperti itu. Itulah Amanah yang sekaligus dengan tablighnya, dengan ditopang seperti ini tidak ada beban dalam kehidupan selain ia hanya takut pada ‘Allah’ saja.
Demikianlah isi dari pada tulisan tersebut mohon maaf apabila ada kesalahan tulisan atau kata-kata yang kurang berkenan.









Selasa, 23 Februari 2016

aku berdiri diatas bumi-Mu
aku berteduh dibawah langit-Mu
tak ada lagi keraguan bagiku

semua yang ada
ada karena ada yang mengadakan
Tak ada sebab adanya Ada
tanpa maha Ada tak akan ada

bercermin diri
laksana debu yang tak guna
mengetahui keharusan diri
Hanya sebatas lidah

sungguh diri tak berdaya
mohon kuatkan semua kekuatan
Sebab kuat tidak kuat Engkaulah yang gerakan.

23/02/2016


Senin, 22 Februari 2016

Menanti sendiri tanpa hadirmu
bersama hati yang terasa sepi
hari-hari tetap denganmu
namun itu hanya dalam pikir anganku

biar jarak menjadi pengikat kita
untuk bisa kuat tetap setia
biar waktu menjadi janji setia
dan berakhir dalam ikatan mulia

Kuncilah hati itu untukku
sayangku sudah mendarah daging denganmu
begitu juga denganku
hanya kamu pilihan hatiku

tunggu sampai aku datang
memelukmu.

23/02/2016

_____________
Puisi ini ditulis ketika saya berada diPonPes Al-falah Cicalengka-Bandung. kala itu salah satu dari teman saya Syahrul dari Riau menginginkan untuk dibuatkan puisi tentang hubungan dirinya dengan kekasihnya yang terpisaha jauh. dan itu juga dijadikan sebuah lirik lagu, yang dinyanyikan langsung oleh syhrul karena ia juga memiliki suara yang cukup baik sambil diiringi gitar dan biola. gitar  saya sendiri yang memainkan dan biola, hendy Ependi yang memainkan ia juga teman saya yang memiliki jiwa seni yang baik pula dan cukup multitalenta dalam memainkan musik bernyanyi sampai melantunkan ayat suci al-Qur'an dan sholawat.



Kamis, 14 Januari 2016

Terimakasih pemilik syahwat
dengan itu aku terbangun dari tidur gelap
walau hanya sesaat
cukup bagiku untuk memahami
tentang pentingnya sisa waktu singkat

engkau datang entah dari mana
sekejap aku mengenalmu namun kau mampu menyinari
malam tanpa gelap

jalan-jalan pun bercahya terang dengan lampu-lampu
gemerlapan
sampai aku tak meminta berjalan
keculi segera menempuhnya

dikiri kanan gemuruh angin yang kuat menerpa
seolah berlalu dalam benaku
aku lebih mementingkan syukurku pada Pemiliku,
daripada memikirkan bisikan kanan kiriku
dengan itu aku telah menemukan diriku
dalam syahwat menyempurnakan niat.


14. Jan. 2016

Senin, 04 Januari 2016

Gadis kulit salju terang gemintang
Berparas cahya mengalihkan pandang
Tatapan tajam melumpugkan ulu hati berdendang
Suara halus memanjakan bincang

Katamu menusuk kelam
Membangun kesadaran pada ketaqwaan
Sungguh mengenalmu syukurku bermadu
Kurasa cinta luarbiasa itu padamu

Ketulusan mencintamu
Rintang dapat kuperjuangkan
Gelap dapat kuterangkan
Taqwa pada tuhan
Pun dapat kumantapkan

Andai saat itu aku siap menghalalkan
Hariku mungkin bernapaskan bintang
Namun sayang kau dengan pilihan
Terimakasih atas warna sempat kau torehkan

Selamat berbahagia
Cinta beraromakan surga
Mencium harummu kurindukan
Semoga aku menemukan dirimu
dalam aroma surga yang lain

9 Des. 2013

Saepul Akmal

Selasa, 08 Desember 2015

Penanti muara sungai cahaya akhirat
yang mengalir ke arah hilir tak bersyarat
singgah disetiap hitam putih dengan sesaat
selagi menikmati mengalirnya air tetap ingat dzat

merah dagingnya tersadar
sedang raganya tak sejajar
pikirnya berwisata tentang kehidupan tak berujung
sampai tak sadari keadaan yang sedang berlangsung

pundaknya lautan pikul
pada saatnya bisa jadi pukul
mimpi yang besar namun tempuh terkapar
banyak menimbang mundur maju atau sabar

setiap langkah menuju keseselamatan,
seringkali kakinya bersepatu batu
beda dengan merah dagingnya semangat menggebu

kini berusaha kembali
mengharap kekuatan tetap dalam diri
supaya menjadi kendaraan
yang menyegerakan
sampainya pada muara yang dinantikan

22/11/2015

    

Minggu, 20 September 2015







Terus mendaki 
jangan berhenti
sekali pun batu menghadang
tak usah  sesekali menengok kebelakang 
selama tujuan utama belum kita genggam
Seberat apapun itu, pasti berisikan

Walau langit tak hendak kita rai 
setidaknya kita dapat terbang di awan 
menikmati indahnya bumi 

Sesampainya dilangit. 
pun kita takan pernah bisa terus disana 
selalu ingin lebih dari itu.
Yang terpenting kita pernah berjuang 
berusaha menggapai mimpi-mimpi itu

Yakinlah perjuangan dan usaha itu tidaklah sia-sia,
Selama kita jalani atas RidhoNya
dan Selama kita ikhlas laluinya.

20/09/2015      
                                                          

Selasa, 02 Juni 2015

     "Naomi"-- novel Tanizaki yang bener-benar laris ini baris kisah percintaan yang muskil sekaligus mengharukan , aneh sekaligus mendebarkan, propokatif , unik, sekaligus puitis.

Berkisah mengenai seorang pemuda dewasa pegawai tinggi bermasa depan cerah yang penuh disiplin dan jatuh cinta pada seorang gadis remaja yang masih sangat muda, novel ini kaya dengan ketegangan psikologis, pencarian identitas, benturan budaya, dan ketegangan penuh kejutan yang serba tidak terduga.

Bukan mustahil bahwa novel luar biasa Tanizaki inilah yang menginspirasi Vladimir Nobokou untuk menulis novelnya "Lolota". keduanya terobsesi pada gadis remaja. Namun, sapuan timur Tanizaki menghasilkan kisah dan warna yang penuh kejutan dan mempersona.

Tanizaki adalah pengarang kontempoler terbesar yang yang pernah dimiliki Jepang, Namanya diabadikan menjadi Tanizaki Aword , sebuah anugrah sastra yang sangat bergengsi di Jepang.

Ia sendiri menerima anugrah Orde Kebudayaan dari Pemerintah Jepang. ia juga dipilih sebagai Anggota Kehormatan American Academy and Institute of Arts and Letters. Tanizaki lah penulis Jepang pertama yang dihargai sebesar itu.

Minggu, 17 Mei 2015



Selamat jalan seniman
semoga engkau ditempat nyaman
terus menikmati keindahan
seperti yang engkau persembahkan 
semasa engkau dalam perjuangan

walau kini ragamu sudah ditelan bumi dibungkus kain kapan
namun jiwamu hidup dalam sanubari penuh kenangan
memberi warna  berbeda membentuk khas sosok seniman

hari engkau pulang pun, hari mengantarkan pada kebahagiaan 
orang kata hari penuh kemuliaan 
bukti engkau penebar keberkahan
sungguh engkau nampak mapan 
semoga engkau ditempatkan dalam keselamatan
--amin yarobb

16/05/2005

Senin, 04 Mei 2015

Ada apa dengan penguasa ini
kambuh lagi penyakit
dalam ucap sudah terurai
dalam tindak tak sampai

katanya bangsa yang bermartabat
kok pembunuh rakyat ditindak lambat
apa dibiarkan saja supaya penjahat disangka hebat
Tak malu dengan negara sahabat

gimana bisa, dikata jera
bukti saksi ada, dikasi waktu juga
yang ada lebar tawa
apa tak cukup hina tawa menyiksa
Ingat lo atas nama negara

22/04/2015
Edisi: Eksekusi

Sabtu, 18 April 2015

Menelan pedih dalam waktu panjang
tanpa kata engkau sembunyikan
rasaku tak berguna disampingmu
disepanjang jalan  

keikhlasan dan kesabaran yang engkau berikan
membuatku menitikan air mata,
untaian kata seperti menutupi rasa
yang terkurung dalam hati paling dalam

meninggalkanmu rasa ku tak tau diri
sedang engkau  dalam kepedihan
yang tertahan disisa kehidupan
aku tak sanggup jauh darimu

ku ingin engkau selalu tersenyum bahagia
disepanjang sisa kehidupan dengan aku
yang akan terus membelamu dan menjagamu

-------------------- 29/04/2015 ---------------

Kamis, 12 Maret 2015

Namamu selalu ku sebut
saat ku, dikesendirian
engkau selalu kubayangkan 
dalam angan-angan

kadang saat hati ini menuntut untuk mencari belahan
namamulah dibarisan tetdepan

Walau sadar ku tak berarti
nampaknya nama itu yang setia menemani
ketika jiwa ini sepi

rasa itu tak aku biarkan hanya
sedikit pengendalian
ku tak memaksamu untuk mencinta

namun, sekian lama berlalunya waktu
sejak pertama tumbuhnya cinta
sampai saat ini nama itu hidup dalam raga
dan sampai saat ini
pun cinta itu masih utuh dan setia

19/02/2015

Jumat, 27 Februari 2015

Rindu dengan kebiaasaan itu
lama tak jumpa
kemanakah engkau
ku menanti kehadiranmu kembali,
apakah engkau sudah tak sudi
hingga kau biarkan ku tersakiti,

terlalu lama kau hinggap dalam raga ini

hingga ku tak menerima saat ini
caraku menemukanmu tak lagi kau hiraukan
usahaku kini terasa hambar tanpa kilauan
menembus alam pemutus asaan

egokah ku ini, begitu hinakah ku ini

hingga kau biarkan
meratapi yang tak harus ku ratapi
meninggalkan, yang tak harus ku tinggalkan
hiruk piuk ini terasa kosong
hingga ku tak kemana mencari

mengembalikannya semua pada sang Maha

membuat ku malu dengan kekurangan ini
tanpa adanya cara dan usha yang lengkap
Ya Robb, ya Robb, sentuhlah ku dengan Rohman dan RohimMu
aku yang tak berdaya dan upaya
mohon kembaikan

27/02/2015
Hampa tanpa dengan positif, 

hina dengan aura negatif, 
buah-buah hati hilang, mengosongkan pikiran 
ratapan masa terasa penuh rintang,
menusuk sayut-sayut hati paling dalam 
menjatuhkan air mata, menghancurkan jiwa,
melumpuhkan kuatnya harap

bintang-bintang yang dinanti-nantikan
nampak jauh tanpa kilapan
langit biru pun terlihat hitam 
dengan awan mendung penuh kegelapan


>>>>>>>Saepul Akmal<<<<<<<<<<
27/02/2015

Categories

Total Pengunjung

.. "Keindahan kata-kata bukanlah sekedar goresan tinta semata, namun semua yang di tuangkan dalam susunan itu penuh makna yang bisa memberikaan respon pada pembaca dalam memahaminya. Dan kata-kata bukan sekedar kumpulan huruf-huruf yang tertulis tak berguna, namun semuanya dituangkan karena hasil pemikiran seksama"

Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

Posting Terbaru

Pos Terpopuler

"

"